Panasonic “Cut Out the Darkness”

Panasonic mendonasikan 1.020 Solar Lanterns ke Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT)

Panasonic bekerja sama dengan  lembaga Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dan Kopernik, kembali menyumbangkan 1.020 solar lanterns untuk masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) – Pulau Sumba dan wilayah Timor Tengah Utara (TTU). Sumbangan hari ini merupakan upaya kedua yang dilakukan oleh Panasonic. Pada bulan Maret 2014, Panasonic telah menyalurkan sebanyak 1.000 Solar Lanterns kepada masyarakat di pulau Sabu dan pulau Sumba. Donasi-donasi tersebut tersalurkan di bawah naungan program global bernama “100 Thousand Solar Lanterns Project” yang bertujuan untuk menyediakan 100.000 buah Solar lantern pada tahun 2018 yang bertepatan dengan HUT ke-100 Panasonic untuk membantu pembangunan di daerah-daerah berkembang dengan infrastruktur yang memiliki akses listrik terbatas.


Pulau Sumba dan Wilayah Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai lokasi yang tepat karena kedua pulau tersebut merupakan daerah dengan akses listrik yang masih kurang memadai dan tidak stabil. Solar Lantern ini berfungsi sebagai sebuah solusi listrik luar jaringan yang menggandakan kekuatan cahaya dan menjadi sumber energi pada malam hari dengan menambahkan kemampuannya untuk mengisi ulang alat elektronik kecil seperti telepon genggam melalui USB. Melalui penggunaan energi yang telah diperbaharui ini, Solar lantern berkontribusi untuk mengurangi emisi karbondioksida. Saat ini, masih banyak masyarakat bergantung pada lampu minyak tanah.

Ichiro Suganuma, Chief Representative Panasonic Indonesia mengatakan, “Program Global 100 Thousand Solar Lanterns Project telah mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat Indonesia, terutama mereka yang merasa diuntungkan melalui adanya Solar Lantern yang telah mendukung kehidupan sehari-hari mereka. Lampu bertenaga surya ini memiliki sumber penerangan ramah lingkungan dan dapat memberi penerangan kepada masyarakat yang hidup di daerah dengan akses listrik terbatas, sehingga memungkinkan mereka mendapatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan dan keamanan yang lebih baik. Saya berharap solar lantern akan terus dapat mengatasi masalah-masalah sosial guna menciptakan kehidupan dan dunia yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.”

Melalui IBEKA, sebanyak 710 solar lanters akan disumbangkan kepada masyarakat yang tinggal di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sepuluh (10) diantaranya merupakan sumbangan dari Gamba Osaka, tim sepak bola asal jepang yang disponsori oleh Panasonic. Penyerahan resmi secara simbolik telah diadakan pada saat pembukaan pertandingan persahabatan Panasonic Cup 2015 antara Gamba Osaka dengan tim sepakbola Persija pada hari Sabtu, 24 Januari 2015 di Stadium Gelora Bung Karno, Jakarta.

Selain melalui IBEKA, Panasonic juga berkerjasama dengan Kopernik. Bersama Kopernik, Panasonic menyumbangkan sebanyak 310 solar lanterns yang didonasikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Dua ratus (200) buah diantaranya akan diberikan kepada 50 klinik kesehatan guna mendukung fasilitas kesehatan untuk masyarakat setempat. Indonesia juga mendapatkan sebuah kehormatan untuk menerima 110 buah desain tutup Solar Lantern yang dirancang secara khusus dan dikumpulkan dari masyarakat dunia sebagai bagian dari program Panasonic “Cut Out the Darkness” dan akan didistribusikan ke Desa Sone, Timor Tengah Utara.

Fitur Lampu Surya BG-BL03:

Penerangan yang sesuai untuk kehidupan sehari-hari, dengan 5 lampu LED dan tingkat penerangan hingga 360 derajat.
Solar panel berdaya listrik daya 3.5 watt, dengan pengisian daya baterai selama 6 jam.
Pengaturan tingkat keterangan cahaya solar lantern mampu bertahan hingga 90 Jam (mode pencahayaan rendah), 15 Jam (mode pencahayaan sedang), dan 6 Jam (mode pencahayaan tertinggi).
Sumber pengisian daya alat elektronik (telepon genggam, dll) berdaya rendah dengan USB port.
Proteksi anti debudan air dengan rate IP34 (berdasarkan International Electrotechnical Commission/IEC) untuk ketahanan terhadap debu dan air).

Solar lantern Panasonic telah dipasarkan sejak bulan Maret 2014, dengan kisaran harga Rp. 550.000 – Rp. 600.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *